
.png)

Kenapa Lasagna?
Lasagna memang telah menjelma sebagai makanan yang lezat. Pasta yang berbentuk lembaran lebar dan tipis ini dihidangkan sebagai hidangan yang dipanggang. Apa pun versi ceritanya, ada satu kesamaan pengertian bahwa yang dinamakan lasagna adalah hidangan pasta yang berupa lembaran, saus daging, dan irisan keju.
Lembaran-lembaran yang ada didalam lasagna menggambarkan fase kisah percintaan Mirna dan Rudi. Mulai dari pertemuan, kuliah bersama, menikah, sampai akhirnya mereka harus berpisah. Lasagna juga mempunyai arti lembaran dari cinta, kesedihan, kemarahan dan kebahagiaan kisah mereka. Semua lembaran ini digabung menjadi sebuah lasagna yang lezat dan cantik.
Latar Belakang
Hukuman mati adalah salah satu hukum yang diberlakukan di Indonesia. Hukuman ini berlaku untuk kasus pembunuhan berencana, terorisme, dan perdagangan obat-obatan terlarang. Hukuman mati akan dilaksanakan setelah permohonan grasi tersangka ditolak oleh pengadilan, dan juga adanya pertimbangan grasi oleh presiden. Tersangka dan anggota keluarga dari tersangka akan diberitahukan mengenai hukuman mati dalam waktu 72 jam sebelum akhirnya dieksekusi. Biasanya, pelaksanaan hukuman mati dilakukan di Nusakambangan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tercatat seringkali melakukan protes atas praktik hukuman mati di Indonesia. Juru Bicara Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Rupert Colville menyampaikan kekecewaannya saat Indonesia melaksanakan eksekusi mati pada tanggal 29 April 2015 karena “Indonesia tegas memberlakukan eksekusi mati bagi pelaku tindak kejahatan narkoba, di sisi lain RI turut mengajukan permohonan agar warganya yang terancam hukuman mati bisa diselamatkan”. Menjelang rencana pemerintah untuk melakukan eksekusi mati pada tanggal 29 Juli 2016, eksekusi ketiga di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein meminta pemerintah negara Indonesia untuk menghentikan hukuman mati terhadap seorang terpidana kasus perdagangan narkotika karena meningkatnya pelaksanaan hukuman mati di negara Indonesia sangat mengkhawatirkan dan tidaklah adil bagi hak asasi manusia.
Sinopsis
Menjelang eksekusi mati suaminya, Mirna (50) diminta datang membawa Lasagna ke Rutan. Rudi (Suami Mirna, 51) tertangkap tangan di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta karena membawa 8 kg Kokain. Rudi terbukti menyelundupkan Narkoba dari Italia ke Indonesia. Kalah dipersidangan, membuat Rudi harus menerima kenyataan pahit, bahwa dirinya dijerat hukuman mati.
Rudi ingin menikmati Lasagna dengan Mirna untuk yang terakhir kalinya. Namun ketika mereka bertemu dilapas, Rudi memilih untuk tidak memakannya. Ternyata, Rudi ingin lasagna menjadi saksi perpisahan mereka. Untuk mengakhiri pertemuan itu, Mirna dan Rudi berdansa sambil disaksikan oleh sebuah lasagna yang begitu lezat.
Lasagna adalah makanan favorit Rudi dan Mirna saat keduanya menimba Ilmu Farmasi di University of Naples (Italia). Lasagna bukan sekedar makanan bagi mereka, Lasagna adalah saksi dari cinta, kesedihan, kemarahan dan kebahagiaan kisah mereka. Lasagna yang menyaksikan segalanya.